Posts

Kebanyakan

orang hanya memanfaatkan landasan sesuai kondisi. Kemaren bilang saya mengacu pada "Hadist dan Sunnah." Besok bilang "Sesuai yang di Al-Quran". Nanti ada masalah yang lebih crowded akirnya ambil jalan sisi kebudayaan biar lebih gamblang pemecahan masalahnya. Mungkin ini salah satu contoh sebab kenapa kasus hukum di Negaraku gak ada ujungnya. Tiap pasal bisa dijadikan alasan menyalahkan, sedangkan pasal halaman selanjutnya bisa untuk mentahkan tuntutan. Menjalankan nilai-nilai leluhur, kemudian landasan "Ketuhanan Yang Maha Esa" tersingkirkan gegara dibilang terlalu ribet. Padahal dulu dia pernah pakai Kitab Suci sebagai acuhan untuk keluar dari masalah. acuhan bikin otak makin mampet. Susah kalau mau ambil jalan tengah. Pinginnya bikin semua pihak bahagia, padahal jelas di depan mata sudah tidak ada jalan lurus. Bayangkan kalau ini sedang melihat miniatur diri sindiri. Dari atas tampak. Cuman ada dua takdir__ Pilih, dan jalankan atau Jalan di tempat.

Bagiku Negaraku, Bagimu Negaraku.

Akhir dari sebuah pilihan adalah konsekuensi. Siapa yang sudah mulai menyesal dengan pilihanya?! Bebeskan di sini apa dan berapa yang sudah di terima kemarin. Menjatuhkan pilihan pada seseorang yang nantinya akan mengolah sumber daya Negara mana bisa cuman pakai " cap cip cup buat makan sebulan cukup" -- Lalu 59 bulan lainnya mau makan apa? Janji? MAMAM tu janji. Sudah di beri keBEBASan menjadikan satu manusia untuk menjadi Raja memimpin Tanah Kaya ini, masih juga nurutin kata orang.  Mungkin pada saat kemarin Rakyat sedang penat penatnya dengan sosok pemimpin yang kepemimpinan banget, sehingga saat alam menyuguhkan pilihan dua yang satu di antaranya unggul dengan kepribadian yang ringan dan bertanggung jawab menjadi p(i)kat harimau ampuh. Telak, kandidat dengan background pemimpin ditambah dengan latar belakang karir yang menjadi biasanya jadi pendukung kuat terpilihnya seseorang menjadi pemimpin berakhir lenyap tak terhiraukan. Rasanya Indonesia harus pegang ...

CERPEN : Kalung Spesial

Image
Ramai kunjungan dari undangan yang Mama sebar, mereka sudah riuh di bawah sana sejak setengah jam yang lalu. Dari atas ku intip. Hmm.. banyaknya kue kue cantik tersusun, didampingi gelas-gelas kosong di jajarkan dengan minuman beberapa jenis minuman dingin. Paduannya menggiurkan mata dan lidah yang melihat. Termasuk aku hihihi.. Cuman aku belum boleh turun. Nantilah.. pasti kebagian. Kan aku Ratu-nya di sini duuu dudu dudu. Tiap menitnya ada saja orang baru yang masuk ke rumah, satu persatu beri ucapan selamat ke Mama dengan wajah yang (bisa jadi) iri. (mungkin) Sangat iri. Kembali masuk ke kamar Bingung mau pakai baju yang mana. Mama terlalu banyak belikan aku baju bagus. "Baju yang mana ya yang pas buat ke bawah?" sebagai tangan ke dua penerima berlimpah ucapan selamat atas prestasi yang sudah ku raih :      1. Lulus sebagai Mahasiswa Kedokteran dengan IPK sangat memuaskan,      2. Diterima sebagai dokter di Rumah sakit Pusat K...

BELAJAR PADA ALAM

Tidak semua pertanyaan harus di jawab dengan ucapan. Lihat alam.. Mereka tak bisa bicara. Mereka beri pertanda dengan isyarat. -by Me-

CERPEN :Yang Tak Tampak - [ Part 1 : (kamu) yang Tidur di Sebelahku ]

Terik. Panas. Kering. Tapi anginnya manjain. Apalagi buat kita yang lagi pusing-pusing di Markas. " Gue mau beli es kelapaa.. ada yang nitiip..??" " Eh. Pangsit. Pangsit. Cak Ijo dateng tuh..!! " " Kelapanya abis. Tinggal es jeruk ama es teh..!!! " " Bino Bino.. lo nambah pentol gak..?! " " Eh ini siapa lagi yang gak pake ayam jamur..?!! " " WOI.. Mangkoknya balikin sendireeii.. Cak Ijo nungguin tu di bawaahh. PARAH LO..!! " " Moi.. jangan lupa tugas yang tadi gue list buat elu ya. Tiap progress nya kabarin ke gue " " Cank. Gimana lo.. udah siap belum gue tinggaaaall HAHAhahahah!!!!! Awas lo terlantarin anak-anak gue, ilang palalo! " (dalam hati) Masak suara gue kurang kenceng si? Gue udah kecengin ni suara. Kok lo masi pules aja si?! Waktu gue gak banyak " JIK.. KERETA LO JAM BERAPAAA...??? " teriakan anak perempuan dari bawah. Setengah badanya menjorok ke beranda depan Markas. ...
Bulan diam. Awan jalan pelan pelan. Angin dingin terhirup dikit dikit. Singkirkan selimut tebal malam intipkan sinar bulan malu malu merona putih campur kuning puyeh. Ditemani tanah lapang yang berteman sunyi. Katupan sound kuping masih masih benyanyi. Temani sendiri yang bahagia sambil sekalian hangatkan telinga.

Komet Jiwa

Image
Magnet ituu.. pasti ada di setiap benda mati ataupun benda hidup yang ada di bumi, makannya semua benda jatuh ke tanah. Namun hanya satu benda hidup yang dapat mengatur sendiri frekuensi gelombang magnet jiwanya. dia.. Manusia. Ada yang merasa bersalah ketika dia merasakan ada yang berbeda dari dirinya. Terkadang dirasa ketika akan menghadiri acara-acara resmi, menjadi pemain atau tokoh yang menjadi pengisi acara, menghadapi moment-moment yang menurutnya adalah moment bersejarah. Banyak hari di lewati. Banyak cerita yang harus di lakoni. Siapa yang tau peristiwa apa dan seperti apa yang akan menajdi scen di suatu hari, pada intinya kita di tuntut untuk memerankan juga menjalankan cerita itu dengan baik dan benar. Banyak di kalangan para aktor berlebel rohis merasa sangat sangat bersalah ketika perasaan berbeda itu terasa di hatinya. Bahkan tidak sedikit dari mereka langsung melakukan semedi panjang untuk menghilangkanya. Sebenarnya apa yang mau di hilangin..?? Sedangkan Allah ...