Posts

Rayuan Alam, Part : Kutulusan Bukit dan Gunung

Image
Andai kamu sedikit bermain dengan mata menyaksikan alammu nyatakan cinta pada alam sekitarnya.. semua Aku suka melihat bukit menyatakan cintanya pada gunung.. Aku bukit rindang,, para pendaki bilang aku terjal.. andai mereka sadar,, mereka sedang menyuarakan parasaan kasihku untukmu.. gunungku.. Aku gunung yang memucak, sangat tinggi namun selalu bisa menyihir lelah para pendaki,, andai mereka tau, saat itulah aku sedang mengindahkan kamu dari cercaan lelah para pendaki.. bukitku.. Bukitku.. selama aku jadi gunung, aku akan selalu butuh penopang yang kuat, penyimbang yang teduh, rindang, dan tenang.. Bukitku yang teduh,, terima kasih karena sudah rela menjadi jalan bagi mereka penikmat puncakku. Bukitku, pendamping setiaku Sebelum Izrafil memainkan alunan akhir zaman, bukitku akan selalu ada disampingku, Walaupun magmaku sudah tak bisa menghangatkannya lagi.. Gunungku.. Selama aku menjadi bukit, aku selalu betuh untuk dikuatkan Gunungku.. Saat semua magmamu te...

Rayuan Alam, Part : Tulus Bulan pada Bumi

Image
Ssssttt,, Bumi sedang berkisah pada Bulan,, nguping yuuk,, … Aku bumi, Aku punya siang yang terang, hangat, ruih,, susah sekali menemukan seram di siang hari. Semua bergerak, semua berbincang. Tak ada sepi di bumi yang siang.. Aku bumi yang juga punya malam,, waktu yang jauh dari keramaian. Aku beteman dengan malam. Dan itu sangat sunyi. Dulu aku meminta izin pada malam untuk menunjuk satu bintang menajadi temanku,, lalu malam berkata, "Kamu bumi yang luas dan lelah, pilihlah yang setiaň Akhirnya aku pilih bintang yang tak terlalu besar tapi terang. Tak singkat dalam perjalan satu kali rotasi, bintangnya jatuh. Malam kembali bersuara, "Tak ada bintang yang setia, karena banyak penghunimu yang mengharap bintang jatuh. Kamu bumi yang luas dan lelah, pilihlah yang setia" Kecewa ku tumpuk-tumpuk dengan banyak kebenaran-kebenaran yang sengaja ku buat-buat sendiri, Buat mempersingkat sedih. Hingga akhirnya aku sadar. Aku tak hanya berjalan pada rotasi, tapi aku ju...

Matamu

Image
Indahnya dua kali lipat.. Terang saat redup memberiku aura, Tenang ketika bertemu gemuru laut yang gelap menyapaku, Ramah saat lamunanku kehilangan sudutnya.. Itu.. Seperti sinar bulan yang terpantul di air laut.. Dingin yang hangat, Luas yang menepikan, Terang di langit menenangkan, terangnya di lautan menenggelamkan aku.. Itu . . . kamu . . .

Tak perlu dia tau... (untukmu)

Image
Ketika aku bilang suka.. maka aku tertangkap mata tulusnya Ketika aku bilang sayang.. maka aku tersihir tingkah jujurnya Ketika aku bilang cinta.. maka aku rela walau hanya bisa melihatnya dari jarak aku dan dia yang paling jauh Ketika aku mengucap cinta.. Seakan seluaruh alam bercerita tentang dia Dan ketika itulah aku rasa Tuhan menerima cintaku Aku jatuh pada Cinta yang sejuk Aku jatuh pada Cinta yang teduh Nyaman Tenang dan  Menanggelamkan Tak perlu kamu tau,, Aku hanya ingin bisa menyukaimu dengan ringan Menyangimu dengan sedehana dan Mencitaimu tanpa trauma - kamu, lembut, dan kuatmu - Bila kamu didatangi helai dandelion,, artinya,, Doaku dan salamku sampai pada tujuannya

Malamkan Terang. Tenangkan istirahat

Sangat baik jika kamu pergi saja. Dengan lebih cepat, Jauh, Lama, Pergi seperti khafilah yang habis di gong-gong-in anjing. *Tanpa merasa bersalah, melangkah gagah dengan setumpuk kebenaran yang membuatmu percaya diri meninggalkan tempat ini. Mereka.. Dia.. Aku.. dan semuanya. Tanya yang hanya sekedar bertanya dalam hati --- yang terjawabkan sendiri dari info ---  yang tidak diharapkan sampai kesini. Pertama,, bukan urusanku. Kedua,, buat apa tau. Ketiga,, gak penting sangat. Waktu yang tak singkat terbaca oleh langkah yang dikira mengajak menjaduh dari hal ini. Lupa yang meringankan sekali. Tapi tak lama. Singkat. Yang melongo-kan otak tak sampai nalar untuk mencari jawabanya. Skenario Tuhan bukan seperti buku yang membahasnya bisa di maju-mundurkan halamanya. Bukan seperti saklar lambu yang bisa dimati-nyalakan rasanya. Bukan juga seperti kompor gas yang bisa di bakar dan dimatikan sebutuhnya. Skenario Tuhan maju terus. Terus.. Teruus.. Teruuuss.. sampai nantinya akan be...

Prosa Hidup, Ep : Terima Kasih Pilihanya

Apa guna kedudukan, martabat, tahta dan masa kejayaan setelah pemiliknya kembali keasalnya,,?? Yang berusaha dibuat demi anak cucu yang diharap memiliki hal yang serupa, sekarang hanya tinggal sendiri. Mulai menyusun ulang alur hidupnya yang baru. Secara,, Pada hari raya sudah tidak ada lagi yang bisa di sungkemin, Pulang ke kampung halamanpun sekarang untuk apa. Kakak adik rasanya cukup berkumpul sehari. Kami sudah repot dengan keluarga kami masing-masing, juga tamu-tamu kantor keluarga kami. Yang sudah sendiri-sendiri. Ya,, Tinggal disinilah yang tertinggal, keluarga di dalam satu rumah Aku, istriku, empat anak laki-lakiku dan tiga anak perempuanku. Dulu kami sengaja dibentuk entah untuk apa. Untuk meneruskan ketahtaan atau murni Untuk berkeluarga yang seperti sekarang ini. Yang jelas faktanya hari ini kami hidup tak setinggi dari niat kami disatukan dulu. Bukan karena aku tak sukses membina rumah tanggaku, Bukan pula karena istriku yang lemah sehingga tidak bisa menopangku,...

Pilihan Alam

Image
Aku suka melihat pemadangan kamu yang berbincang berhadapan dengan kaca jendela kereta api,, Kaca lebar tapakkan sinema alam pematang ladang, berjubah langit, bermahkotahkan awan, dan,, Kamu.. Yang bening tak bersudut, Yang riang berbincang layaknya jelmaan burung pipit mungil diatas ladang, Yang tersenyum ringan seperti balon merah menari dengan langit, Yang seperti angin ladang yang sejuk berhembus saat langit biru berawan cerah membelai tatapku yang menatap,, Kamu.. Putri karena senyummu Ratu karena bijak hatimu Bidadari karena tulusmu Malaikat karena kamu milikku ku bawa duniamu . . .