Posts

biruhku luntur karena merahnya

dulu bungaku ku rawat dengan baik, dengan kelopaknya yang sangat indah, siapapun yang memandangnya seakan-akan mendapat asupan semangat dari pancaran warnanya, tapi.. itu dulu.. sekarang entah tangan siapa yang sudag merusaknya, bungaku tak lagi terlihat segar, semenjak tak d tanganku, bunga itu terlihat layu tak merah lagi.. padahal merahnya sangat menyala, selalu terlihat seperti memiliki arti hidup yang sangat tinggi aku ingin membuatnya segar lagi.. karena dialah yang sudah membuatku merah sampai saat ini, bila merahnya luntur, luntur pula lah merahku.. dia yang merubah biruku menjadi merah

Dihianati Impian

dihianati oleh impian mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan keadaaanku setelah kisah itu berakhir dengan tragisnnya, membangun suatu bangunan impian dengan sisa tenaga yang ada, seorang diri, dibela belain hanya untuk menjemput suatu impian yang sangay aku inginkan. dan setelah bangunan itu hampir mendekati kekokohannya, aku harus hancurkan menara itu dengan tanganku sendiri. perintah menyuruhku menghancurkan bangunan itu rata dengan tanah. tak tersisa dan tidak berwujud sebuah bangunan walaupun hanya sebuah gundukan kecil. kejam banyak orang yang ingin mendengar ada apa denganku dimasa lalu, mereka bilang "mungkin aku bisa bantu" setelah aku cerita, tanpa solusi. hanya itu kata yang keluar dari mulut merek. kejam! oh. ya.. ada lagi "Yang sabar ya.." menceritakan kisah itu pada orang lain memang bisa membuatku merasa wanita paling kuat sejagad raya ini, tapi masalahnya, itu sama saja dengan aku mengiris dagingku sendiri. sangat sakit ...

Bulanku Redup karena Sinar Bintang Kemunafikkan

sebenarnyaa.. sudah tidak ada alasan untuk memandang kisah ini dengan kesedihan yang masih terasa perihnya, juga sudah tak ada alasan untuk menangisinnya, semua memang masih sangat jelas teringat, tidak ada yang dapat lupakan, apalgi menghapusnya setipa sudut-sudut kota ini adalah kenangan, tak luput sedikitpun, semua masi jelas sekali teringat. segala macam kenyataan sudah diterima dengan hati yang tak ikhlas sebelumnya, namun, kedewasaan telah menyadarkan semuanya sampai akhirnya kisah itupun d terimanya dengan sangat lapang dada, tapi.. hal apa yang sebenarnya menghambatnya masih memberatkan kisah ini harus berujung hanya sebagai kanangan indah?? sadar kok, kisah itu bukan untuknya tapi.. mungkin.. karena yang mendapatkan kisah itu adalah bintang yang terang dengan cahaya kemunafikannya..?!! Tuhan.. Tolong buat aku ikhlas dengan kisah ini Jagala bulanku agar dia terus bisa memberikan sinar pada dunia dari cahaya bintang yang benar-benar membawa cahayaMu...

Puisi dari Buku SD Kelas 3

Judul :   KRIIIIIIING Kriiiing... kriiing Segara aku ke kamar Kusambut handphone baruku Ternyata sepeda anak tetangga Kriiiing... kriiing... Ya.. Sahutku Kupandangi handphone baruku Di depan tukang es krim telah menunggu Kriiiing... kriiing... Sebal, tak aku achkan suara itu Tetapi tidak mau berhenti Kuampil handphone baruku Haloooo! Akhirnya suara handphone baruku Tetapi segara kubanting Karena salah sambung (sumber ; Kompas Anak, 17 Fabruari 2008) Tematik SD utntuk kelas III Semester 2 Penerbit Eglangga

Deritamu juga Bukan yang Pertama Menghiasi Halaman Koran-koran Kesedihan

Berlian PERTAMA : Ingatlah Saat Air Mata Berlinang dan Hatimu Terluka Bukankah engkau telah melihat, bahwah setelah malam puas dengan gelap gulita maka fajar pun pasti datang dengan sinar cahayannya seorang sastrawan berkata,      " Bila engkau menuntut wantu untuk memenuhi segala keinginan dan selerahmu, atau engkau tidak menginginkan sesuatu kecuali yang angkau sukai, maka bersiap-siaplah untuk terjatuh ke dalam lembah kesedihan. Sebab, engkau pasti akan menrintih ketika kehilangan apa yang engkau impikan dan tidak memperoleh apa yang engkau dambakan.      Namun, bila engkau sudah sadar bahwa hari-harimu itu suka mengambil dan menolak, memberi dan menahan, dan mereka tak pernah lupa dengan segala hal yang pernah mereka berikan hingga mereka mengambilnya kembali, maka ringankanlah kesedihanmu! Itulah watak dan dinimika hari-hari bagi anak Adam; baik yang tinggak di istana atau yang tidur di gubuk derita, yang berjalan dengan sandal atau mereka yang b...

Riang Langit Tak Menyapaku Sedikitpun

Image
Mata tersentak terbuka dari pejamannya, Tak sengaja terpikirkan satu hal yang menyentok jiwa yang paling dalam. Saat itu juga terpikirkan, "Kenapa ini semua Engkau berikan padaku Tuhan..?" Detikan jam terus berbunyi, namun tak sedikitpun suara langit menjawab pertanyaanku. "Sebenarnya aku disiniini dengan siapa Duhai Tuhan..?" Lagi-lagi tak ada jawaban apapun.. "Kenapa tidak ada orang yang Engkau turunkan untuk jadi temanku..? Kenapa tidak ada orang yang Engkau turunkan untuk membelaku..? Kenapa tidak ada orang yang Engkau tutunkan untuk bantu aku hapus sepiku..? Kenapa tidak ada orang yang Engkau turunkan untuk menemani aku saat aku terjatuh, saat aku terlukan, saat aku kecewa, saat aku sakit, saat aku benar-benar merasa tidak tertapak pada tanahMu..??" Pemadani suci selalu menjadi alasku untuk menyerahkan diri ini hanya padaMu, Apa sujudku tidak sesempurnya yang Engkau mau Yaa Rabb..? Seorang hamba penuh dengan kenistaan, Hamba yang selalu memintaa ha...

Senyum dari Murabbi dan Kekasihku

Image
Mereka tidak tahu apa yang membuatku memilih jalan menjadi aku yang seperti ini Mereka tidak tahu apa yang sudah aku lalui di hari-hari kemarin Mereka tidak tahu sekaras apa kisah yang sudah aku hadapi Mereka tidak tahu seprti apa seberapa dalam aku terjatuh Mereka tidak tahu sekaras apa aku memaksakan untuk bisa berdiri lagi Mereka tidak tahu bagaimana kerasnya aku terus mempertahankan kakiku untuk tetap kuat samapi saat ini Mereka tidak tahu bagaimana kerasnya aku memeprtahankan senyum ini Mereka tidak tahu bagaimana kerasnya usahaku mempartahankan semua itu dengan sisa-sisa kekuatanku Mereka tidak tahu bagaimana karasnya aku agar bisa tetap bertahan di separuh hidupku Mereka tidak tahu bagaimana rasanya kehilangan mimpi yang selama waktu menggapai mimpi itu terus berlari Mereka tidak tahu bagaimana rasanya kehilangan harapan lima tahun yang berujung hanya sebiah penantian Mereka tidak tahu bagaimana membaca tulisan tangan yang mana satiap harufnya akan mennyayat-nyayat ha...